Senin, 07 Desember 2009

cara mendengarkan yang baik

Ada berbagai cara yang dapat kita lakukan agar bisa mendengarkan dengan baik, diantaranya adalah; menjaga kontak mata dengan lawan bicara; tidak menginterupsi orang yang sedang bicara dan sabar menunggu giliran untuk bicara; menggunakan bahasa tubuh seperti mengangguk, tanda telah mengerti hal yang dibicarakan; serta juga mengulang kembali (menyimpulkan) hal-hal yang telah disampaikan oleh rekan bicara kita, sambil meminta persetujuannya apakah hal yang kita pahami itu memang seperti apa yang ingin disampaikannya.

yang lainnya lebih jelasnya yaitu :

1. Pusatkan perhatian anda pada orang yang sedang berbicara dan dengarkan apa yang dia katakan. Jangan biarkan pikiran anda melayang ketempat lain. Hanya dengan cara seperti itu anda bisa belajar menjadi pendengar yang baik

2. Pandanglah mata lawan bicara anda dengan wajar. Ini memberikan kesan bahwa anda memperhatikan apa yang diucapkannya dengan sungguh-sungguh.

3. Berikan respon yang bersahabat. Respon kecil yang mungkin tampak sepele bisa membuat dia merasa dihargai. Sekali-kali anda bisa mengangguk, menggelengkan kepala, tersenyum, tertawa atau memberikan komentar pendek seperti OH YA?, HEBAT!, LUAR BIASA! dsb

4. Berikanlah kesempatan lawan bicara anda untuk menyelesaikan apa yang ingin dikatakannya. Hindari kebiasaan memotong pembicaraan orang lain. Selain tidak sopan, kebiasaan itu bisa membuat dia merasa kesal dan tersinggung.

5. Bila anda merasa bosan atau tidak berminat dengan topik pembicaraannya, alihkan dengan perlahan-lahan. Jangan sesekali mengubah topik pembiacaraan secara mendadak seperti pengemudi yang belok tanpa menyalakan lampu righting terlebih dahulu

6. Buatlah lawan bicara anda bergairah untuk terus berbicara. Bila anda berhasil memancing gairah orang yang semula kurang antusias, maka anda telah berhasil merebut hatinya. Namun dalam hal ini ada kekecualian bila lawan bicara anda adalah tipe orang yang suka memonopoli pembicaraan. Orang yang bertipe seperti itu biasanya akan selalu bergairah untuk terus berbicara meskipun anda sudah tampak terkantuk-kantuk.

7. Kendalikan diri anda untuk tidak tergoda ingin mengalahkan lawan bicara anda. Anda bisa memadamkan gairah orang lain hanya dengan menunjukkan bahwa anda lebih oke daripada dia. Biarkan dia merasa bangga dengan prestasi atau pengalamannya meskipun anda punya prestasi dan pengalaman yang lebih hebat darinya.

8. Dalam kasus-kasus khusus, belajarlah untuk meringkas apa yang diuraikan oleh teman anda sebelum anda memberikan komentar atau nasihat. Bersikaplah seperti seorang dokter yang mendiagnosa dulu penyakit pasiennya dengan teliti dan memberi resep obat. Bayangkan bila ada orang yang menceramahi anda panjang lebar, padahal tidak ada hubungannya dengan apa yang anda ungkapkan.

9. Belajarlah peka terhadap motif orang lain. Mungkin dia sedang mencurahkan isi hatinya tanpa keinginan untuk dinasehati, apalagi disalahkan. Jadi anda cukup berperan sebagai pendengar saja. Mungkin dia sedang menceritakan pengalamannya agar anda memujinya. Pujilah dengan spontan dan tulus. Mungkin juga dia sedang mengajak anda masuk dalam komunikasi yang lebih akrab dan terbuka. Kalau anda mau, mulailah melakukan komunikasi dua arah.

10. Belajarlah mendengar dengan tulus. Semua kiat tersebut diatas tidak akan membuat anda menjadi pendengar yang baik bila anda tidak melakukannya dengan tulus dan berpura-pura menjadi pendengar yang baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar